PROSES MANAJEMEN ORGANISASI
Organisasi dalam bahasa Yunani
(ὄργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok
orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.
Dalam
ilmu-ilmu sosial,
organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi,
ekonomi,
ilmu politik,
psikologi,
dan manajemen.
Kajian mengenai organisasi sering disebut studi
organisasi
(organizational studies), perilaku organisasi (organizational
behaviour), atau analisis organisasi (organization analysis).
A.
DEFINISI
ORGANISASI
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai
organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda.
Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang
berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana,
terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang,
material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain
sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan
organisasi.
Menurut
para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
1. Stoner
mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui
mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama .
2. James
D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan
manusia untuk mencapai tujuan bersama .
3. Chester
I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas
kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
4. Stephen
P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang
dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat
diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk
mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi
oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama
dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.
Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya
oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan
sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga
menekan angka pengangguran.
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi
mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan
berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi
sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan
mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi
berpartisipasi secara relatif teratur.
Partisipasi
Dalam berorganisasi setiap individu dapat
berinteraksi dengan semua struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun
secara tidak langsung kepada organisasi yang mereka pilih. Agar dapat
berinteraksi secara efektif setiap individu bisa berpartisipasi pada organisasi
yang bersangkutan. Dengan berpartisipasi
setiap individu dapat lebih mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan.
Pada dasarnya partisipasi didefinisikan sebagai
keterlibatan mental atau pikiran dan emosi atau perasaan seseorang di dalam
situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok
dalam usaha mencapai tujuan.
Keterlibatan aktif dalam berpartisipasi, bukan hanya
berarti keterlibatan jasmaniah semata. Partisipasi dapat diartikan sebagai
keterlibatan mental, pikiran, dan emosi atau perasaan seseorang dalam situasi
kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam
usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang
bersangkutan.
B. STRUKTUR ORGANISASI
Struktur adalah
cara sesuatu disusun atau dibangun Organisasi adalah suatu wadah berkumpulnya
minimal dua orang untuk mencapai sebuah tujuan
Struktur
Organisasi adalah Suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara posisi
yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai
tujuan.
Didefinisikan
sebagai mekanisme-mekanisme grave organisasi terolah. Struktur ini terdiri dari
unsur-unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau
desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja.
Faktor-Faktor yang menentukan
perancangan struktur organisasi yaitu :
1. Strategi organisasi pencapaian
tujuan.
2. Perbedaan teknologi yang digunakan
untuk memproduksi outlay akan membedakan bentuk struktur organisasi.
3. Kemampuan dan cara berpikir para
anggota serta kebutuhan mereka juga lingkungan sekitarnya perlu dipertimbangkan
dalam penyusunan struktur perusahaan.
4. Besarnya organisasi dan satuan
kerjanya mempengaruhi struktur organisasi.
Unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari :
1. Spesialisasi kegiatan.
2. Koordinasi kegiatan
3. Sentralisasi dan desentralisasi
pembuatan keputusan.
4. Ukuran satuan kerja.
C. BENTUK-BENTUK
ORGANISASI
Menurut pola hubungan kerja, lalu
lintas wewenang dan tanggung jawab, maka bentuk organisasi dapat dibedakan
sebagai berikut:
Ø Bentuk Organisasi Garis
Bentuk ini merupakan nbentuk organisasi paling tua dan paling
sederhana. Bentuk organisasi diciptakan oleh Henry Fayol. Biasa juga disebut
dengan organisasi militer dimana cirinya adalah struktur organisasi ini relatif
kecil, jumlah karyawan yang relatif sedikit, saling kenal, dan spesialisai
kerja yang belum begitu rumit dan tinggi.
Kebaikannya:
1.
Kesatuan komado terjamin baik karena pimpinan
berada pada satu tangan.
2.
Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat
karena jumlah orang yang diajak berkonsultasi masih sedikit.
3.
Rasa solidaritas dianatara karyawan umumnya tinggi
karena saling mengenal.
Keburukannya
:
1.
Seluruh organisasi tergantung pada satu pimpinan
(satu orang) dimana bila pimpinan tersebut berhalangan maka organisasi tersebut
akan mandek atau hancur.
2.
Ada kecenderungan pimpinan bertindak secara
otokratis.
3.
Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.
Ø Bentuk Organisasi Fungsional
Bentuk ini merupakan bentuk dimana sebagian atau segelintir pimpinan
tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan berwenang memberikan
komando pada bawahannya. Bentuk ini dikembangkan oleh FW Taylor.
Kebaikannya
:
1.
Pembidangan tugas-tugas jelas.
2.
Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan digunakan
semaksimal mungkin.
3.
Digunakannya tenga-tenaga ahli dalam berbagai
bidang sesuai dengan fungsinya.
Keburukannya;
1.
Karena adanya spesialisasi kerja maka akan sulit
untuk mengadakan tour of duty.
2.
Karyawan lebih mementingkan bidangnya sehingga
sukar untuk melaksanakan koordinasi.
Ø Bentuk Organisasi Garis dan Staff
Bentuk ini umumnya dianut oleh organisasi besar, daerah kerja yang
luas, mempunyai bidang tugas yang beraneka dan rumit serta jumlah karyawan yang
banyak. Bentuk ini diciptakan oleh Harrington Emerson.
Kebaikannya
:
1.
Dapat digunakan pada setiap organisasi yang besar,
apapun tujuannya, luas organisasinya,dan kompleksitas susunan organisasinya.
2.
Pengambilan keputusan lebih mudah karena adanya
dukungan dari staf ahli.
3.
Perwujudan “the right man in the right place”lebih
mudah terlaksana.
Keburukannya:
1.
Sesama karyawan dapat terjadi tidak saling
mengenal, solidaritas sulit terbangun
2.
Karena susunan organisasinya yang koompleksitas,
maka kesulitannya adalah dalam bidang koordinasi antar divisi atau departemen.
Ø Bentuk Organisasi Fungsional dan
Staff
Bentuk ini merupakan kombinasi dari bentuk organisasi fungsional dan
bentuk organisasi garis dan staff. Adapun kebaikan dan keburukan dari bentuk
organisasi ini adalah juga merupakan kombinasi dari bentuk diatas.
Ø Organisasi Formal Dan Informal
Organisasai
formal yaitu sistem kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang
dikoordinir untuk mencapai tujuan yang ditetapkan secara rasional.
Organisasi informal yaitu kerjasama
yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang tidak dikoordinir untuk mencapai
tujuan yang disadari tapi akhirnya mempunyai tujuan bersama, dimana kedudukan
dan fungsi-fungsi yang dilakukan tampak kabur.
Ø Organisasi kepanitiaan
Organisasi
yang dibentuk hanya untuk sementara waktu saja, setelah tugas selesai maka
selesailah organisasi tersebut.
Kebaikannya :
a. Segala keputusan dipertimbangkan
masak-masak dalam pembahasan yang dalam dan terperinci.
b. Kemungkinan pimpinan bertindak
otoriter sangat kecil.
c. Koordinasi kerja telah dibahas oleh
suatu team
Kelemahannya :
a. Proses pengambilan keputusan
memerlukan diskusi yang berlarut-larut yang menghambat pelaksanaan tugas.
b. Tanggung jawabnya tidak jelas,
karena tanggung jawabnya sama.
c. Kreatifitas karyawan terhambat dan
sukar untuk dikembangkan, karena faktor kreatifitas lebih dipentingkan.
D. DEPARTMENTASI
a)
Departementasi
Fungsional
Departemen Fungsional adalah
pengelompokan fungsi yang sama atau kegiatan yang sejenis untuk membentuk
satuan organisasi. Ini merupakan bentuk organisasi yang paling umum dan bentuk
dasar departementasi.
Individu dikelompokkan berdasarkan
ketrampilan, pengetahuan, dan tindakan yang dilakukan. Misalnya organisasi
hanya terbagi dalam bagian administrasi, dan bagian operasi.
Pembentukan satuan satuan organisasi
yang masing masing diserahi mengurus sekelompok aktivitas yang tergolong
sejenis menurut sifatnya atau pelaksanaan pekerjaan pekerjaan yang berkaitan.
Kebaikan :
1. Pendekatan ini menjaga kekuasaan dan
kedudukan fungsi-fungsi utama.
2. Menciptakan efisiensi melalui
spesialisasi.
3. Memusatkan keahlian organisasi.
4. Memungkinkan pengawasan manajemen puncak
5. Tugasnya jelas
6. Pengetahuan yang dibutuhkan tidak banyak
7. Hanya membutuhkan manajer saja yang harus
berwawasan luas
8.
Mudah dijelaskan pada anggota
bila ada persoalan
Kelemahan :
1. Menciptakan konflik antar fungsi.
2. Adanya kemacetan pelaksanaan tugas.
3. Umpan balik yang lambat.
4. Memusatkan pada kepentingan tugasnya.
5. Para anggota berpandangan lebih sempit
serta kurang inovatif
6. Kejenuhan akibat monotonnya aktivitas
7. Komunikasi antar area tidak lancar
terutama bila ada problem
8. Individu dalam bekerja hanya memperhatikan
struktur hierarki
b) Departementasi Divisional
Departementasi divisional,
departemen perusahaan besar yang berupa bisnis terpisah; mungkin ditujukan
untuk membuat dan menjual produk spesifik atau melayani pasar spesifik.
Dengan membagi divisi-divisi atas
dasar produk, wilayah, langganan, dan proses, dimana tiap divisi merancang,
memproduksi dan memasarkan produknya sendiri.
v Struktur organisasi divisional atas
dasar produk
Setiap
departementasi bertanggung jawab atas suatu produk yang berhubungan. Struktur
ini dipakai bila teknologi pemprosesan dan metode pemasaran sangat berbeda.
v Struktur organisasi divisional atas
dasar wilayah.
Pengelompokkan
kegiatan atas dasar, tempat dimana operasi berlokasi atau menjalankan usahanya.
Faktor yang menjadi pertimbangan adalah bahan baku, tenaga kerja, pemasaran,
transportasi dan lain sebagainya.
Kebaikan :
1. Semua kegiatan, ketrampilan,
keahlian untuk memproduksi dan memasarkan dikelompokan menjadi satu dibawah
seorang kepala.
2. Semua kegiatan mudah untuk
dikoordinasidan prestasi kerja terpelihara.
3. Kualitas dan kecepatan membuat
keputusan meningkat.
4. Menempatkan pengembangan dan
implementasi strategi dekat dengan lingkungan divisi yang khas
5. Merumuskan tanggung – jawab dengan
jelas dan perhatian dipusatkan pertanggungjawaban atas prestasi kerja.
6. Membebaskan para kepala eksekutif
dalam pembuatan keputusan strategi lebih luas.
7. Cocok untuk lingkungan yang cepat
berubah.
8. Mempertahankan spesialisasi
fungsional dalam setiap divisi.
Kelemahan :
1. Berkembangnya persaingan
disfungsional potensial atas sumber daya perusahaan dan konflik antara tugas
dan prioritas.
2. Seberapa besar delegasi wewenang
diberikan.
3. Masalah kebijaksanaan dalam alokasi
sumber daya dan distribusi biaya overhead perusahaan.
4. Menimbulkan konsistensi
kebijaksanaan antar divisi.
5. Masalah duplikasi sumber daya dan perlatan
yang tidak perlu
6. Masing-masing divisi bisa menghadapi
problem yang sama sehingga terjadi pengulangan dalam pengatasannya
7. Target divisi bisa mengalahkan
target organisasi
8. Konflik antar divisi bisa terjadi,
bila terjadi problem organisasi, maka membutuhkan orang yang sangat ahli dan
menguasai banyak hal
E. KOORDINASI
Suatu usaha kerja sama antara badan,
instansi, unit dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu, sehingga terdapat saling
mengisi, saling membantu dan saling melengkapi. Orang yang menggerakkan /
mengkoordinasi unsur-unsur manajemen untuk mencapai tujuan disebut koordinator
(manajer).
Teori-teori koordinasi :
a. Menurut E. F. L. Brech dalam
bukunya, The Principle and Practice of Management :
Koordinasi
adalah mengimbangi dan menggerakkan tim dengan memberikan lokasi kegiatan
pekerjaan yang cocok kepada masing-masing dan menjaga agar kegiatan itu
dilaksanakan dengan keselarasan yang semestinya di antara para anggota itu
sendiri.
b. Menurut G. R. Terry dalam
bukunya, Principle of Management :
Koordinasi
adalah suatu usaha yang sinkron / teratur untuk menyediakan jumlah danm waktu
yang tepat dan mengarahkan pelaksanaan untuk menghasilkan suatu tindakan yang
seragam dan harmonis pada sasaran yang telah ditentukan.
Menurut tinjauan manajemen, koordinasi
menurut Terry meliputi :
1. Jumlah usaha baik secara
kuantitatif, maupun secara kualitatif
2. Waktu yang tepat dari usaha-usaha
tersebut
3. Directing atau penentuan arah
usaha-usaha tersebut
Syarat-syarat koordinasi :
1. Sense of Cooperation, perasaan untuk
saling bekerja sama, dilihat per bagian.
2. Rivalry, dalam perusahaan besar,
sering diadakan persaingan antar bagian, agar saling berlomba untuk kemajuan.
3. Team Spirit, satu sama lain per
bagian harus saling menghargai.
4. Esprit de Corps, bagian yang saling
menghargai akan makin bersemangat.
Sifat-sifat koordinasi :
1. Koordinasi adalah dinamis, bukan
statis.
2. Koordinasi menekankan pandangan
menyeluruh oleh seorang manajer dalam kerangka mencapai sasaran.
3. Koordinasi hanya meninjau suatu
pekerjaan secara keseluruhan.
Koordinasi dibedakan atas :
1. Koordinasi vertikal,
tindakan-tindakan atau kegiatan penyatuan, pengarahan yang dijalankan oleh
atasan terhadap kegiatan unit-unit, kesatuan kerja yang ada di bawah wewenang
dan tanggung jawabnya.
2. Koordinasi horisontal,
tindakan-tindakan atau kegiatan penyatuan, pengarahan yang dijalankan terhadap
kegiatan dalam tingkat organisasi yang setingkat.
Koordinasi horisontal terbagi :
a. Interdiciplinary, Koordinasi dalam
rangka mengarahkan, menyatukan tindakan, mewujudkan, menciptakan disiplin
antara unit yang satu dengan unit yang lain secara intern maupun ekstern pada
unit-unit yang sama tugasnya.
b. Inter-Related, koordinasi antar
badan (instansi). Unit-unit yang fungsinya berbeda, tetapi instansinya saling
berkaitan secara intern-ekstern yang selevel.
Cara mengadakan Koordinasi :
1. Memberikan keterangan langsung dan
secara bersahabat. Keterangan mengenai pekerjaan saja tidak cukup, karena
tindakan yang tepat haru sdiambil untuk menciptakan, menghasilkan koordinasi
yang diharapkan.
2. Mensosialisasikan tujuan kepada para
anggota, agar tujuan tersebut berjalan secara bersama, tidak sendiri-sendiri.
3. Mendorong anggota untuk bertukar
pikiran, mengemukakan ide, dll.
4. Mendorong anggota untuk
berpartisipasi dalam tingkat perumusan dan penciptaan sasaran.
Coordination dan Cooperation :
-
Koordinasi
berhubungan dengan sinkronisasi, jumlah, waktu, arah dan mempunyai arti lebih
luas daripada kooperasi.
-
Kooperasi
adalah tindakan bersama oleh sejumlah orang terhadap tujuan yang sama.
F. RENTANG
MANAJEMEN
Juga dikenal sebagai rentang kendali
adalah konsep yang sangat penting pengorganisasian fungsi manajemen. Hal ini
mengacu pada jumlah bawahan yang dapat ditangani secara efektif oleh seorang
atasan dalam suatu organisasi. Ini menandakan bagaimana hubungan direncanakan
antara bawahan unggul dan dalam suatu organisasi.
Rentang manajemen umumnya
dikategorikan dalam rentang dua kepala-Persempit dan rentang lebar. Span sempit
manajemen berarti seorang manajer atau supervisor mengawasi bawahan beberapa.
Hal ini menimbulkan suatu struktur organisasi yang tinggi. Sementara rentang
luas manajemen berarti seorang manajer atau supervisor mengawasi sejumlah besar
bawahan. Hal ini menimbulkan suatu structure.
Organisasi datar adalah hubungan
terbalik antara rentang manajemen dan jumlah tingkat hirarkis dalam sebuah
organisasi yaitu mempersempit rentang manajemen semakin besar jumlah tingkatan
dalam suatu organisasi.
Rentang sempit manajemen lebih mahal
dibandingkan dengan rentang yang luas dari manajemen karena ada jumlah yang
lebih besar dari atasan / manajer dan dengan demikian ada masalah komunikasi
yang lebih besar juga antara berbagai tingkatan manajemen. Semakin sedikit
geografis tersebar bawahan adalah semakin baik adalah memiliki rentang yang
luas dari manajemen karena akan layak bagi para manajer untuk berhubungan
dengan bawahan dan menjelaskan kepada mereka bagaimana efisien melakukan tugas.
Dalam kasus rentang sempit manajemen ada peluang pertumbuhan yang relatif lebih
untuk bawahan sebagai jumlah tingkat lebih.
Yang lebih efisien dan terorganisir
manajer dalam melaksanakan tugas-tugas mereka semakin baik adalah memiliki
rentang yang luas dari manajemen untuk organisasi tersebut. The kurang mampu
termotivasi dan percaya diri karyawan semakin baik untuk memiliki rentang
sempit manajemen sehingga manajer dapat menghabiskan waktu dengan mereka dan
mengawasi mereka dengan baik. Semakin standar adalah sifat tugas yaitu jika
tugas yang sama dapat dilakukan dengan menggunakan input yang sama semakin baik
adalah memiliki rentang yang luas dari manajemen sebagai jumlah lebih dari
bawahan dapat diawasi oleh seorang atasan tunggal. Ada lebih fleksibel
pengambilan keputusan cepat komunikasi yang efektif antara tingkat atas dan
manajemen tingkat rendah dan interaksi pelanggan yang meningkat dalam hal
rentang yang luas dari manajemen. Kemajuan teknologi seperti ponsel mail dll
membuatnya layak bagi atasan untuk memperluas rentang manajemen mereka karena
ada lebih komunikasi yang efektif.
Sebuah rentang yang optimal / ideal
kendali menurut penulis modern adalah fifteen ke dua puluh bawahan per manajer
sedangkan menurut penulis tradisional jumlah yang ideal adalah enam bawahan per
manajer. Tapi sebenarnya suatu rentang ideal kontrol tergantung pada sifat
organisasi keterampilan dan kemampuan manajer keterampilan karyawan dan
kemampuan sifat pekerjaan tingkat interaksi yang diperlukan antara atasan dan
bawahan.
G. WEWENANG
Wewenang adalah kekuasaan atau hak
untuk memerintah atau meminta orang lain berbuat sesuatu. Dalam manajemen
wewenang dapat dipandang sebagai kekuasaan untuk meminta orang lain melakukan
perbuatan-perbuatan tertentu, bekerja secara tertentu untuk mencapai tujuan
tertentu. Di dalam wewenang, termasuk kekuasaan untuk mengambil keputusan, dan
memaksakan pelaksanaannya, serta kekuasaan untuk memerintah
Kepatuhan dapat diperoleh melalui
pemberian perhatian, memberi penjelasan/pengertian tentang sesuatu, bujukan,
sanksi-sanksi, permintaan, atau bahkan paksaan. Tetapi dalam manajemen modern
sikap paksaan untuk memperoleh keputusan dari bawahan harus dihindari
Menurut G. R. Terry “Authority is
the official and legal right to command
by others and enforce compliance”. Artinya: Wewenang adalah kekuasaan resmi dan
kekuasaan pejabat untuk menyuruh pihak lain, supaya bertindak dn taat kepada
pihk yang memiliki wewenang itu.
Menurut
Louis A Allen “Authority
is the sum of the power and rights entrusted to make possible the
performance of the worh delegated. Artinya: Wewenang adalah sejumlah kekuasaan
(powers) dan hak (rights) yang didelegasikan pada suatu jabatan.
Menurut
Harold Koontz dan Cyril O’Donnel Authority is legal or right full
power, right to command or to act.
Artinya: Wewenang adalah kekuasaan yang sah,
suatu hak untuk memerintah atau bertindak.
Jadi pengertian
Wewenang (Authority) adalah merupakan
dasar untuk bertindak, berbuat, dan melakukan kegiatan/aktivitas dalam suatu
perusahaan. Tanpa wewenang orang-orang dalam perusahaan tidak dapat berbuat
apa-apa. Dalam authority selalu terdapat power
and right, tetapi dalam power
belum tentu terdapat authority and right.
a. Jenis-jenis
Wewenang (Authority):
1.
Line Authority (Wewenang garis)
2.
Staff Authority (wewenang staf)
3.
Functional Authority (wewenang fungsional)
4.
Personality Authority (wewenang wibawa)
b. Sumber-sumber
Authority:
1.
Formal Authority Theory
(Institutional approach
= teori wewenang formal)
2.
Acceptance Authority theory (teori penerimaan wewenang)
3.
Authority of the stuation artinya wewenang diperoleh
seseorang karena situasi.
4.
Position Authority artinya wewenang karena posisi
(jabatan) dalam organisasi.
5.
Technical Authority (wewenang teknis) artinya
wewenang diperoleh seseorang karena keahlian khusus sebagai akibat dari
pengalaman, popularitas, kemampuan mengambil keputusan yang jitu.
6.
Yuridis Authority (wewenang hokum) artinya wewenang
itu diperoleh seseorang karena hokum atau undang-undang.
c.
Batas-batas Authority (Limits of
Authority)
1.
Kemampuan
jasmaniah (fisik)
2.
Alamiah
3.
Teknologi
4.
Pembatasan
ekonomi
5.
Partnership agreement
6.
Lembaga
7.
Pembatasan
hukum
Daftar
isi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar